Sabtu, 27 Oktober 2012

cuci tangan 300 kali per hari

Uniknih! Aya-aya wae...ini ada Wanita di Malaysia gara-gara gila kebersihan sampai harus cuci tangan 300 kali sehari. Ini dia infonya seperti dilansir Merdekacom. Julia Abdullah, 40, mungkin terlihat seperti wanita paruh baya Malaysia pada umumnya. Tetapi jika Anda tahu kebiasaannya mencuci tangan 300 kali sehari, Anda pasti terkejut.

Seperti yang dilansir dari Odditycentral 11 Oktober 2012, Julia memulai kebiasaannya 20 tahun yang lalu untuk selalu menjaga kebersihan secara ekstrem. Semakin lama, frekuensi bersih-bersihnya makin sering. Bayangkan, ia cuci tangan 300 kali, 5 jam mandi, dan keramas 25 kali dalam sehari.



Julia mengaku ada yang tidak beres dengan dirinya 20 tahun yang lalu. Saat itu, ia bekerja sebagai teknisi laboratorium dan sering menangani sampel urine dan tinja, serta sampel darah HIV. Setelah itu, ia pun menjadi lebih sering mencuci tangan karena takut terkontaminasi.

Julia diduga mengidap OCD (Obsessive Compulsive Disorder). OCD merupakan suatu penyimpangan kejiwaan yang ditandai dengan adanya gejala seperti kepanikan, kecemasan, tindakan berulang, dan hal-hal lain untuk mengurangi kepanikan tersebut. Namun ia tidak berusaha berkonsultasi dengan dokter tentang dugaan kondisi tersebut.

"Saya pikir saya bisa membantu diri saya sendiri dengan mencuci tangan," katanya, tetapi kondisinya malah semakin buruk.uniknih.com

Julia akhirnya kehilangan pekerjaannya karena kerap datang terlambat. Karena butuh uang, wanita itu sampai mengais sampah untuk mencari barang yang bisa dijual. Saking stresnya, Julia bahkan sempat tidak mandi selama tiga bulan. Namun tetap saja, kebiasaan cuci tangannya ternyata cukup sulit disembuhkan.

"Saya pun menelepon Singapore Association for Mental Health (SAMH) pada tahun 2009. Saat itu saya hampir bunuh diri," ceritanya.

Beruntung, Julia mendapat bantuan. Meskipun kondisinya sempat semakin memburuk setahun berikutnya, namun kini ia mengaku sudah bisa mengontrol dirinya. Julia juga setuju menceritakan kisah hidupnya melalui program rutin dari Institute of Mental Health yang menangani pengetahuan tentang penyakit mental

0 komentar:

Posting Komentar